Sesuai Pedoman Dasar Karang Taruna, pengertian Karang Taruna adalah Organisasi Sosial wadah pengembangan generasi muda yang tumbuh dan berkembang atas dasar kesadaran dan tanggung jawab sosial dari, oleh, dan untuk masyarakat terutama generasi muda di wilayah desa/kelurahan atau komunitas adat sederajat dan terutama bergerak dibidang usaha kesejahteraan sosial.
Pembinaan Karang Taruna diatur dalam Permensos 83/HUK/2005 tentang Pedoman Dasar Karang Taruna. Berikut kutipan isi pedoman:
Tujuan
Tujuan Karang Taruna adalah :
a. Terwujudnya pertumbuhan dan perkembangan kesadaran dan tanggung jawab sosial setiap generasi muda warga Karang Taruna dalam mencegah, menagkal, menanggulangi dan mengantisipasi berbagai masalah sosial.
b. Terbentuknya jiwa dan semangat kejuangan generasi muda warga Karang Taruna yang Trampil dan berkepribadian serta berpengetahuan.
c. Tumbuhnya potensi dan kemampuan generasi muda dalam rangka mengembangkan keberdayaan warga Karang Taruna.
d. Termotivasinya setiap generasi muda warga Karang Taruna untuk mampu menjalin toleransi dan menjadi perekat persatuan dalam keberagaman kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
e. Terjalinnya kerjasama antara generasi muda warga Karang Taruna dalam rangka mewujudkan taraf kesejahteraan sosial bagi masyarakat.
f. Terwujudnya Kesejahteraan Sosial yang semakin meningkat bagi generasi muda di desa/kelurahan atau komunitas adat sederajat yang memungkinkan
pelaksanaan fungsi sosialnya sebagai manusia pembangunan yang mampu mengatasi masalah kesejahteraan sosial dilingkungannya.
g. Terwujudnya pembangunan kesejahteraan sosial generasi muda di desa/kelurahan atau komunitas adat sederajat yang dilaksanakan secara komprehensif, terpadu dan
terarah serta berkesinambungan oleh Karang Taruna bersama pemerintah dan komponen masyarakat lainnya.
Tugas
Setiap Karang Taruna mempunyai tugas pokok secara bersama-sama dengan Pemerintah dan komponen masyarakat lainnya untuk menanggulangi berbagai masalah kesejahteraan social terutama yang dihadapi generasi muda, baik yang bersifat preventif, rehabilitatif maupun pengembangan potensi generasi muda di lingkungannya.
Fungsi
Setiap Karang Taruna melaksanakan fungsi :
a. Penyelenggara Usaha Kesejahteraan Sosial.
b. Penyelenggara Pendidikan dan Pelatihan bagi masyarakat.
c. Penyelenggara pemberdayaan masyarakat terutama generasi muda dilingkunggannya secara komprehensif, terpadu dan terarah serta berkesinambungan.
d. Penyelenggara kegiatan pengembangan jiwa kewirausahaan bagi generasi muda di lingkungannya.
e. Penanaman pengertian, memupuk dan meningkatkan kesadaran tanggung jawab sosial generasi muda.
f. Penumbuhan dan pengembangan semangat kebersamaan, jiwa kekeluargaan, kesetiakawanan sosial dan memperkuat nilai-nilai kearifan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
g. Pemupukan kreatifitas generasi muda untuk dapat mengembangkan tanggung jawab sosial yang bersifat rekreatif, kreatif, edukatif, ekonomis produktif dan
kegiatan praktis lainnya dengan mendayagunakan segala sumber dan potensi kesejahteraan sosial di lingkungannya secara swadaya.
h. Penyelenggara rujukan, pendampingan, dan advokasi social bagi penyandang masalah kesejahteraan sosial.
i. Penguatan sistem jaringan komunikasi, kerjasama, informasi dan kemitraan dengan berbagai sektor lainnya.
j. Penyelenggara usaha-usaha pencegahan permasalahan sosial yang aktual.
Jumat, 29 Mei 2015
Peran Organisasi Dalam Sekolah
Suatu organisasi di bentuk karena mempunyai dasar dan tujuan yang ingin dicapai.Pencapaian tujuan bukan hanya kepuasan individual, tetapi kepuasan dan manfaat bersama.
Suatu organisasi bisa dikatakan solid jika memiliki sifat sbb.
1. mempunyai tujuan yang jelas . 2. tujuan organisasi harus di terima dan di fahami oleh setiap orang di dalam organisasi. 3. memiliki kesatuan arah. 4. adanya keseimbangan antara wewenang dan tanggungjawab. 5. berkesinambungan . 6. penempatan orang harus sesuai ahlinya. 7. adanya pembagian tugas.
Dan ini contoh suatu organisasi yang ada disekolah
1. OSIS
2. PMR
3. PASKIBRA & PRAMUKA
Dan masih banyak lain lagi suatu organisasi yang terdapat disekolah. Pada organisasi Osis ,organisasi tersebut seperti suatu petinggi dari organisasi lainnya, Karena biasanya suatu kegiatan sekolah itu akan terlihat bagus apabila Osis itu sendiri bekerja dengan baik.
Suatu organisasi bisa dikatakan solid jika memiliki sifat sbb.
1. mempunyai tujuan yang jelas . 2. tujuan organisasi harus di terima dan di fahami oleh setiap orang di dalam organisasi. 3. memiliki kesatuan arah. 4. adanya keseimbangan antara wewenang dan tanggungjawab. 5. berkesinambungan . 6. penempatan orang harus sesuai ahlinya. 7. adanya pembagian tugas.
Dan ini contoh suatu organisasi yang ada disekolah
1. OSIS
2. PMR
3. PASKIBRA & PRAMUKA
Dan masih banyak lain lagi suatu organisasi yang terdapat disekolah. Pada organisasi Osis ,organisasi tersebut seperti suatu petinggi dari organisasi lainnya, Karena biasanya suatu kegiatan sekolah itu akan terlihat bagus apabila Osis itu sendiri bekerja dengan baik.
Peran Organisasi Dalam Manajemen
Manajemen merupakan suatu aktifitas yang berhubungan antara aktifitas satu dengan aktifitas lainnya. Aktifitas tersebut tidak hanya dalam hal mengelola orang-orang yang bekerja disuatu perusahaan, melainkan mencakup tindakan-tindakan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengendalian yang dilakukan untuk menentukan dan mencapai sasaran melalui pemanfaatan sumber daya yang ada. Rangkaian aktifitas ini dinamakan proses manajemen, sedangkan orang yang memimpin dan mengatur proses manajemen disebut manajer.
Pengorganisasian bertujuan untuk membagi suatu kegiatan besar menjadi kegiatan-kegiatan yang lebih kecil. Selain itu, mempermudah manajer dalam melakukan pengawasan dan menentukan orang yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas-tugas yang telah dibagi-bagi tersebut.
Proses organisasi yang baik ditempuh sebagai berikut:
1. Membagi pekerjaan yang akan dilakukan, menetapkan tugas-tugas, dan tanggung jawab.
2. Membentuk susunan jabatan da peranan dengan pemberian nama.
3. Membentuk sistem-sistem kekuasaan dan status formal
4. Membentuk suatu struktur organisasi untuk melakukan komunikasi-komunikasi internal.
Jadi peranan manajemen dalam organisasi yaitu mengatur struktur organisasi manajemen sesuai kehendak yang perusahaan inginkan, membantu manajer dalam melakukan pengawasan dan menentukan orang-orang yang dibutuhkan dalam perusahaan tersebut, akan mendapatkan pengambilan keputusan yang cepat dalam perusahaan, organisasi akan tersusun dengan baik. Manajemen yang baik haruslah berperan sesuai dengan situasi dan kondisi pada perusahaan atau organisasi. Menajemen yang tidak bisa menjalankan peran sesuai tuntutan perusahaan dapat membawa kegagalan.
Peran Organisasi Dalam BEM
James D. Mooney mengemukakan bahwa organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.Organisasi mahasiswa intrakampus adalah organisasi mahasiswa yang memiliki kedudukan resmi di lingkungan perguruan tinggi dan mendapat pendanaan kegiatan kemahasiswaan dari pengelola perguruan tinggi dan atau dari Kementerian/Lembaga. Bentuknya dapat berupa Ikatan Organisasi Mahasiswa Sejenis (IOMS), Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) atau Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM).
Para aktivis organisasi mahasiswa intrakampus pada umumnya juga berasal dari kader-kader organisasi ekstrakampus ataupun aktivis-aktivis independen yang berasal dari berbagai kelompok studi atau kelompok kegiatan lainnya.
Untuk lebih mengembangkan lagi potensi yang ada pada setiap mahasiswa, maka ada organ lain yang disebut Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). UKM adalah wadah aktivitas kemahasiswaan untuk mengembangkan minat, bakat dan keahlian tertentu bagi para aktivis yang ada di dalamnya. Unit Kegiatan Mahasiswa sebetulnya adalah bagian/organ/departemen dari Dewan Mahasiswa. Ketika dilakukan pembubaran Dewan Mahasiswa, departemen-departemen Dewan Mahasiswa ini kemudian berdiri sendiri-sendiri menjadi unit-unit otonom di Kampus.
Unit Kegiatan Mahasiswa terdiri dari tiga kelompok minat : Unit-unit Kegiatan Olahraga, Unit-unit Kegiatan Kesenian dan Unit Khusus (Pramuka, Resimen Mahasiswa, Pers Mahasiswa,mahasiswa pecinta alam (mapala) Koperasi Mahasiswa, Unit Kerohanian dan sebagainya).
Para aktivis organisasi mahasiswa intrakampus pada umumnya juga berasal dari kader-kader organisasi ekstrakampus ataupun aktivis-aktivis independen yang berasal dari berbagai kelompok studi atau kelompok kegiatan lainnya.
Untuk lebih mengembangkan lagi potensi yang ada pada setiap mahasiswa, maka ada organ lain yang disebut Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). UKM adalah wadah aktivitas kemahasiswaan untuk mengembangkan minat, bakat dan keahlian tertentu bagi para aktivis yang ada di dalamnya. Unit Kegiatan Mahasiswa sebetulnya adalah bagian/organ/departemen dari Dewan Mahasiswa. Ketika dilakukan pembubaran Dewan Mahasiswa, departemen-departemen Dewan Mahasiswa ini kemudian berdiri sendiri-sendiri menjadi unit-unit otonom di Kampus.
Unit Kegiatan Mahasiswa terdiri dari tiga kelompok minat : Unit-unit Kegiatan Olahraga, Unit-unit Kegiatan Kesenian dan Unit Khusus (Pramuka, Resimen Mahasiswa, Pers Mahasiswa,mahasiswa pecinta alam (mapala) Koperasi Mahasiswa, Unit Kerohanian dan sebagainya).
Jumat, 13 Maret 2015
JENIS DAN PROSES KOMUNIKASI
Jenis-Jenis Komunikasi
Komunikasi bisa dibedakan menjadi dua jenis yaitu komunikasi Verbal (melalui kata kata) dan Komunikasi non-verbal (melalui bahasa tubuh). Namun bila dilihat di sisi subjek bisa dibagi menjadi Komunikasi Intra Pesona dan Antar Pesona.
Komunikasi Verbal
Komunikasi Verbal memiliki beberapa aspek sebagai berikut :
Pembendaharaan kata
Kecepatan
Intonasi/ tekanan suara
Humor
Singkat dan Jelas
Waktu yang tepat (timing)
Pembendaharaan kata
Kecepatan
Intonasi/ tekanan suara
Humor
Singkat dan Jelas
Waktu yang tepat (timing)
Komunikasi non-verbal
Komunikasi non-verbal memiliki aspek sebagai berikut :
Ekspresi Wajah
Kontak Mata
Sentuhan
Postur Tubuh dan Gaya Berjalan
Suara
Gerak Isyarat
Ekspresi Wajah
Kontak Mata
Sentuhan
Postur Tubuh dan Gaya Berjalan
Suara
Gerak Isyarat
Komunikasi Intra Pesona
Komunikasi Intra Pesona adalah komunikasi yang terjadi di dalam diri seseorang yang meliputi proses psikologis dirinya seperti persepsi, belajar sosial dan sebagainya. Menurut Laswell faktor faktor yang menentukan bagaimana lingkup frame of reference seseorang adalah:
- Attention (Bidang Perhatian)
- Public Area (Masyarakat Khalayak)
- Sentimen Area (Bidang Perasaan)
Ketiga bidang tersebut akan menentukan bagaimana hubungan dan pengaruh masyarakat terhadap diri seseorang.
- Public Area (Masyarakat Khalayak)
- Sentimen Area (Bidang Perasaan)
Ketiga bidang tersebut akan menentukan bagaimana hubungan dan pengaruh masyarakat terhadap diri seseorang.
Komunikasi Antar Pesona
Komunikasi Antar Pesona menurut Effendy adalah komunikasi antara seorang komunikator dengan komunikan. Jenis komunikasi tersebut dianggap paling effektif untuk merubah sikap, pendapat, atau perilaku manusia dalam berhubung prosesnya yang dialogis. Sifat dialogis itu ditunjukkan komunikasi lisan yang menampilkan arus balik secara langsung. Jadi Komunikator mengetahui tanggapan komunikan pada saat itu juga, komunikator mengetahui dengan pasti apakah pesan-pesan yang dia kirim diterima dengan baik atau tidak, berdampak positif atau negatif. Jika tidak maka komunikator akan memberikan kesempatan komunikan seluas luasnya untuk bertanya.
Proses Komunikasi
Pengirim Pesan
Pengirim pesan adalah orang yang mempunyai ide untuk disampaikan kepada seseorang dengan harapan dapat dipahami oleh orang yang menerima pesan sesuai dengan yang dimaksudkannya.Pesan adalah informasi yang akan disampaikan atau diekspresikan oleh pengirim pesan. Pesan dapat verbal atau non verbal dan pesan akan efektif bila diorganisir secara baik dan jelas.
Simbol/ Isyarat
Pada tahap ini pengirim pesan membuat kode atau simbol sehingga pesannya dapat dipahami oleh orang lain.
Media/Penghubung
Adalah alat untuk penyampaian pesan seperti ; TV, radio surat kabar, papan pengumuman, telepon dan lainnya.
Mengartikan Kode/Isyarat
Setelah menerima pesan si penerima harus dapat memahami arti dari kode / pesan tersebut sehingga mudah untuk dimengerti.
Penerima Pesan
Penerima pesan adalah orang yang dapat memahami pesan dari sipengirim meskipun dalam bentuk code/isyarat tanpa mengurangi arti pesan yang dimaksud oleh pengirim
Balikan (feedback)
Balikan adalah isyarat atau tanggapan yang berisi kesan dari penerima pesan dalam bentuk verbal maupun nonverbal. Tanpa balikan seorang pengirim pesan tidak akan tahu dampak pesannya terhadap sipenerima pesan Hal ini penting bagi manajer atau pengirim pesan untuk mengetahui apakah pesan sudah diterima dengan pemahaman yang benar dan tepat.
Gangguan
Gangguan bukan merupakan bagian dari proses komunikasi akan tetapi mempunyai pengaruh dalam proses komunikasi, karena pada setiap situasi hampir selalu ada hal yang mengganggu kita
Ringkasan Pengertian Organisasi
ORGANISASI
Organisasi adalah kumpulan orang-orang yang melakukan kegiatan tertentu secara kerjasama untuk mencapai tujuan. Kriteria organisasi yaitu orang-orang, kegiatan, kerjasama, dan tujuan.Definisi organisasi menurut S.P. Siagian
Organisasi adalah setiap bentuk persekutuan antara dua orang atau lebih yang bekerjasama secara formal, terikat dalam rangka pencapaian suatu tujuan yang telah ditetepkan dalam ikatan yang mana terdapat seseorang atau beberapa orang yang disebut atasan dan seseorang atau sekelompok orang yang disebut bawahan.
Ciri-ciri atau prinsip organisasi yang baik adalah
a. Terdapat tujuan yang jelas
b. Tujuan organisasi harus dipahami oleh setiap orang dalam orang dalam organisasi
c. Tujuan organisasi harrus diterima dalam organisasi
d. Adanya kesatuan arah
e. Adanya kesatuan perintah
f. Adanya keseimbangan wedangan dan tanggung jawab seseorang
g. Adanya pembagian tugas
h. Adanya jaminan jabatan
i. Balas jasa yang diberikan pada setiap orang harus setimpul dengan jasa yang diberikan
j. Penempatan orang yang sesuai dengan keahliannya.
ADMINITRASI
Administrasi adalah keselutuhan rangkaian kegiatan untuk mencapai tujuan.
MANAJEMEN
Definisi manajemen menurut S.P. Siagian
Manajemen adalah kemampuan atau keterampilan untuk memperoleh suatu hasil dalam rangka pencapaian tujuan melalui kegiatan-kegiatan orang lain.
Definisi manajemen menurut S.P. Siagian
Manajemen adalah kemampuan atau keterampilan untuk memperoleh suatu hasil dalam rangka pencapaian tujuan melalui kegiatan-kegiatan orang lain.
KEMEMPIMINAN
Definisi kepemimpinan menurut DR. Howard W. Noye
kepemimpinan adalah seni untuk mempengaruhi tingkah laku manusia atau kemampuan untuk membimbing orang lain.
Definisi kepemimpinan menurut DR. Phiftner dan Presthus
Kepemimpinan adalah seni untuk mengoordinasikan dan memberi motivasi kepada individu-individu dan kelompok untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan.
Definisi kepemimpinan menurut DR. Ordway Tead
Kepemimpinan adalah kegiatan mempengaruhi orang-orang untuk bekerja sama mengejar tujuan yang diinginkan.
Definisi kepemimpinan menurut DR. Howard W. Noye
kepemimpinan adalah seni untuk mempengaruhi tingkah laku manusia atau kemampuan untuk membimbing orang lain.
Definisi kepemimpinan menurut DR. Phiftner dan Presthus
Kepemimpinan adalah seni untuk mengoordinasikan dan memberi motivasi kepada individu-individu dan kelompok untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan.
Definisi kepemimpinan menurut DR. Ordway Tead
Kepemimpinan adalah kegiatan mempengaruhi orang-orang untuk bekerja sama mengejar tujuan yang diinginkan.
Definisi kepemimpinan menurut DR. George R. Terry
Kepemimpina adalah hubungan dimana orang lain bekerjasama secara suka rela tentang tugas-tugas yang berhubungan untuk memperoleh hal-hal yang dikehendaki si pemimpin.
a. Unsur-unsur kepemimpinan
Untuk terjadi suatu kepemimpinan harus ada unsur-unsur dalam kepemimpinan itu, seperti :
- Adanya orang-orang yang dipengaruhi atau dipimpin
- Adanya yang mempengaruhi
- Harus ada tujuan
- Harus ada peraturan tata tertib
Untuk terjadi suatu kepemimpinan harus ada unsur-unsur dalam kepemimpinan itu, seperti :
- Adanya orang-orang yang dipengaruhi atau dipimpin
- Adanya yang mempengaruhi
- Harus ada tujuan
- Harus ada peraturan tata tertib
b. Pola dasar kepemimpinan
Pola dasar kepemimpinan dibgi menjadi dua, yaitu :
- Pola dasar kepemimpinan formal ialah seseorang menjadi pemimpin karena secara resmi diangkat menggunakan SK.
- Pola dasar kepemimpinan informal ialah seseorang menjadi pemimpin tidak melalui pengangkatan dan tidak menggunakan SK.
Kriteria kepemimpinan informal :
· Memiliki kemampuan terikat
· Selalu membina hubungan yang baik
· Menguasai tujuan organisasi
· Memiliki keahlian tertentu
· Harus berperilaku bai
Pola dasar kepemimpinan dibgi menjadi dua, yaitu :
- Pola dasar kepemimpinan formal ialah seseorang menjadi pemimpin karena secara resmi diangkat menggunakan SK.
- Pola dasar kepemimpinan informal ialah seseorang menjadi pemimpin tidak melalui pengangkatan dan tidak menggunakan SK.
Kriteria kepemimpinan informal :
· Memiliki kemampuan terikat
· Selalu membina hubungan yang baik
· Menguasai tujuan organisasi
· Memiliki keahlian tertentu
· Harus berperilaku bai
Senin, 24 November 2014
Penghargaan dan Hukuman dalam Organisasi
Penghargaan
adalah sebuah bentuk apresiasi kepada suatu prestasi tertentu yang diberikan baik oleh perorangan ataupun suatu lembaga . Penghargaan dapat berupa materi ataupun non materi , namun tetap memberikan kebanggaan bagi siapa saja yang menerimanya .
Penghargaan ialah sesuatu yang diberikan pada perorangan atau kelompok jika mereka melakukan suatu keulungan di bidang tertentu. Penghargaan biasanya diberikan dalam bentuk medali,piala,gelar,sertifikat,plaket,atau pita. Suatu penghargaan kadang-kadang disertai dengan pemberian hadiah berupa uang seperti Hadiah Nobel untuk kontribusi terhadap masyarakat, dan Hadiah Pulitzer untuk penghargaan bidang literatur. Penghargaan bisa juga diberikan oleh masyarakat karena pencapaian seseorang tanpa hadiah apa-apa.
Hukuman
Definisi hukuman (punishment) adalah segala sesuatu yang dapat memperlemah perilaku dan cenderung untuk mengurangi frekuensi perilaku yang berikutnya dan biasanya terdiri dari permintaan suatu konsekuensi yang tidak diharapkan. Sedangkan definisi hukuman adalah suatu konsekuensi yang tidak menyenangkan terhadap suatu respons perilaku tertentu. Pengertian hukuman adalah siksa yang dikenakan kepada orang yang melanggar undang-undang dan sebagainya.Secara umum hukuman dalam hukum adalah sanksi fisik maupun psikis untuk kesalahan atau pelanggaran yang dilakukan. Hukuman mengajarkan tentang apa yang tidak boleh dilakukan
Berdasarkan definisi-definisi tesebut di atas, dapat disimpulkan bahwa pengertian hukuman adalah suatu konsekuensi yang tidak menyenangkan (siksa) terhadap suatu respons perilaku tertentu dengan tujuan untuk memperlemah perilaku tersebut dan mengurangi frekuensi perilaku yang berikutnya.
Pada beberapa kondisi tertentu, penggunaan hukuman dapat lebih efektif untuk merubah perilaku pegawai, yaitu dengan mempertimbangkan: Waktu, Intensitas, Jadwal, Klarifikasi, dan Impersonalitas (tidak bersifat pribadi)
Untuk mengembangkan suatu program yang menggunakan hukuman secara efektif, akan melibatkan: 1) Pengertian mengenai dasar-dasar psikologis utama mengenai bagaimana dan kapan menggunakan hukuman secara efektif; 2) Mengembangkan suatu program yang jelas, adil, dan tertulis dapat dilaksanakan; 3) Menyediakan pelatihan yang cukup memadai untuk semua level manajemen pada dasar-dasar utama kebijaksanaan hukuman dan perusahaan.
Ada beberapa contoh konsekuensi yang akan diperoleh sebagai hukuman. Disadari bahwa ada banyak faktor yang dapat membantu untuk menentukan apakah suatu stimulus dapat efektif dalam mengurangi perilaku yang tidak diinginkan, yaitu; peringatan lisan; teguran keras; meningkatkan pengawasan oleh supervisor; mengurangi pujian; evaluasi kinerja yang tidak menguntungkan; peringatan tertulis; tidak memperoleh penghargaan; pelatihan kembali; kehilangan hak istimewa; memperoleh status percobaan; pelaksanaan skors tanpa memperoleh gaji; pergantian posisi jabatan; pengurangan tanggung jawab; penurunan pangkat; penundaan peningkatan gaji/promosi jabatan; serta pemberhentian kerja.
Disiplin merupakan penggunaan beberapa hukuman dan sanksi terhadap perilaku pegawai yang menyimpang dari peraturan. Pada saat seorang pegawai melanggar peraturan, seperti, sering terlambat datang ke kantor atau absen, menimbulkan perkelahian di tempat kerja, tidak jujur, atau perilaku menyimpang lainnya, maka pemimpin atau supervisor harus memberikan respons.
Kesalahan yang ditimbulkan oleh adanya perilaku menyimpang tersebut harus dihukum untuk menghindari terulangnya perilaku yang sama. Oleh karena itu, penggunaan disiplin atau hukuman dapat membantu supervisor untuk menghindari pelanggaran disiplin di tempat kerja.
Fungsi Hukuman
Ada tiga fungsi penting dari hukuman yang berperan besar bagi pembentukan tingkah laku yang diharapkan:- Membatasi perilaku. Hukuman menghalangi terjadinya pengulangan tingkah laku yang tidak diharapkan.
- Bersifat mendidik.
- Memperkuat motivasi untuk menghindarkan diri dari tingkah laku yang tidak diharapkan.
Langganan:
Postingan (Atom)